
Celengan
Info
– Cinta adalah suatu emosi yang positif dan diberikan pada manusia atau benda
lainnya. Banyak orang juga beranggapan
bahwa cinta itu tidak dapat dipelajari secara ilmiah, karena terkait perasaan,
bukan pikiran.
Namun sesungguhnya, saraf di
dalam otak pun terdampak oleh cinta. Apa yang sebenarnya terjadi dalam saraf
otak kita?
Dilansir dari The
Conversation, Berry Juliandi, seorang ahli biologi manusia Institut Pertanian
Bogor menjelaskan bagaimana proses biologi dari timbulnya rasa cinta, perubahan
hormonal, dan rasa deg-degan yang dialami.
“Ketika ada indra, mata,
tertarik pada lawan jenis, itu akan memicu keluarnya dua hormon yang sangat
berperan, yaitu hormon dopamin dan oksitoksin. Efek dari dua hormon ini membuat
seseorang menjadi nyaman dan senang, tapi ini juga membuat orang kecanduan,”
ungkap Berry.
Satu hal yang unik, seseorang
bisa merasakan jatuh cinta hanya dalam waktu empat menit.
Sebuah studi pernah dilakukan
pada tahun 1995 terhadap dua pasang laki-laki dan perempuan.
Kedua pasangan
tersebut diberi waktu untuk mengenal satu sama lain dengan bertukar pikiran dan
berbicara tentang hal pribadi.
Setelah itu, mereka diberikan
waktu selama 4 menit untuk menatap satu sama lain. Alhasil, tak lama setelah
dilakukan penelitian tersebut, kedua pasangan ini pun menikah.
Namun, apakah "cinta
monyet" juga dapat dikategorikan sebagai cinta? Jawabannya adalah tidak.
Cinta monyet biasanya dialami oleh remaja yang sedang kebanjiran hormon
pubertas.
Karena pada masa ini remaja
mengalami fase ketika hormon seksual yang tadinya tidak aktif menjadi aktif.
Maka hal ini akan menumbuhkan rasa penasaran untuk mengenal lawan jenis.
Source :
nationalgraphic.grid.id
0 Komentar